Uji Organoleptik


     Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan.Pengindraan diartikan sebagai suatu proses fisio-psikologis, yaitu kesadaran atau pengenalan alat indra akan sifat-sifat benda karena adanya rangsangan yang diterima alat indra yang berasal dari benda tersebut. Pengindraan dapat juga berarti reaksi mental (sensation) jika alat indra mendapat rangsangan (stimulus). Reaksi atau kesan yang ditimbulkan karena adanya rangsangan dapat berupa sikap untuk mendekati atau menjauhi, menyukai atau tidak menyukai akan benda penyebab rangsangan.
     Kesadaran, kesan dan sikap terhadap rangsangan adalah reaksi psikologis atau reaksi subyektif. Pengukuran terhadap nilai / tingkat kesan, kesadaran dan sikap disebut pengukuran subyektif atau penilaian subyektif. Disebut penilaian subyektif karena hasil penilaian atau pengukuran sangat ditentukan oleh pelaku atau yang melakukan pengukuran. Jenis penilaian atau pengukuran yang lain adalah pengukuran atau penilaian suatu dengan menggunakan alat ukur dan disebut penilaian atau pengukuran instrumental atau pengukuran obyektif.
     Pengukuran obyektif hasilnya sangat ditentukan oleh kondisi obyek atau sesuatu yang diukur. Demikian pula karena pengukuran atau penilaian dilakukan dengan memberikan rangsangan atau benda rangsang pada alat atau organ tubuh ( indra ), maka pengukuran ini disebut juga pengukuran atau penilaian subyketif atau penilaian organoleptik atau penilaian indrawi. Yang diukur atau dinilai sebenarnya adalah reaksi psikologis ( reaksi mental ) berupa kesadaran seseorang setelah diberi rangsangan, maka disebut juga penilaian sensorik.
     Rangsangan yang dapat diindra dapat bersifat mekanis ( tekanan, tusukan ), bersifat fisis ( dingin, panas, sinar, warna ), sifat kimia ( bau, aroma, rasa ). Pada waktu alat indra menerima rangsangan, sebelum terjadi kesadaran prosesnya adalah fisiologis, yaitu dimulai di reseptor dan diteruskan pada susunan syaraf sensori atau syaraf penerimaan. Mekanisme pengindraan
secara singkat adalah :
1. Penerimaan rangsangan ( stimulus ) oleh sel-sel peka khusus pada indra
2. Terjadi reaksi dalam sel-sel peka membentuk energi kimia
3. Perubahan energi kimia menjadi energi listrik ( impulse ) pada sel syaraf
4. Penghantaran energi listrik ( impulse ) melalui urat syaraf menuju ke syaraf pusat otak atau sumsum belakang.
5. Terjadi interpretasi psikologis dalam syaraf pusat 
6. Hasilnya berupa kesadaran atau kesan psikologis.
     Pelaksanaan uji organoleptik memerlukan paling tidak dua pihak yang bekerja sama, yaitu panel dan pelaksana kegiatan pengujian. Keduanya berperan penting dan harus bekerja sama, sehingga proses pengujian dapat berjalan seseorang danmemenuhi kaidah obyektivitas dan ketepatan. Panel adalah atau sekelompok orang yang bertugas melakukan proses pengindraan dalam uji organoleptik. Orangnya disebut panelis. Terdapat lima macam panel, yaitu panel pencicip perorangan, panel pencicip terbatas, panel terlatih, panel tidak terlatih dan panel konsumen.
     Panel terlatih adalah panel yang anggotanya 15 sampai 25 orang berasal dari personal laboratorium atau pegawai yang telah terlatih secara khusus untuk kegiatan pengujian. Kemampuannya terbatas pada uji yang masih parsial ( tidak menyeluruh pada semua atribut mutu ). Hasil pengujian diperoleh dari pengolahan data secara statistika, sehingga untuk beberapa jenis uji sangat tepat dan dapat bersifat representatif ( mewakili ). Pengujian yang dapat diterapkan pada panel ini diantaranya adalah uji pembedaan, uji pembandingan dan uji penjenjangan (ranking).
     Panel tak terlatih adalah panel yang anggotanya tidak tetap, dapat dari karyawan atau bahkan tamu yang datang keperusahaan. Seleksi hanya terbatas pada latar belakang sosial bukan pada tingkat kepekaan indrawi individu. Panel ini biasanya hanya digunakan untuk uji kesukaan ( preference test ). Siswa dapat dikatagorikan sebagai panel tidak atau agak terlatih, jika kegiatan pembelajarannya belum diaplikasikan secara rutin. Anggota panel adalah orang yang secara khusus memiliki kemampuan yang lebih diantara orang kebanyakan. Kelebihan mereka adalah dalam hal penilaian terhadap suatu produk untuk menentukan mutunya secara indrawi. Kemampuan ini tidak bisa muncul begitu saja tetapi perlu ada upaya untuk memunculkannya, dalam arti bahwa seseorang mungkin telah memiliki bakat terpendam “hidden cacapity” maka perlu dilatih. Untuk menjadi anggota panel harus memenuhi persyaratan diantaranya adalah memiliki kepekaan indrawi yang baik, berpengetahuan luas tentang komoditas atau produk yang diuji, memiliki ketertarikan pada bidang pengujian serta memiliki kemampuan ilmu- ilmu dasar.
     Anggota panel tidak semua harus diseleksi, bahkan untuk tujuan tertentu justru panel ini harus berasal dari semua kalangan dan bersifat acak. Misalnya untuk panel konsumen, tidak perlu ada seleksi. Beberapa jenis panel, anggota timnya harus diseleksi secara ketat dengan berbagai persyaratan kemampuan dan ada seleksi yang hanya terbatas pada aspek sosial panelis, misalnya untuk panel wakil konsumen. Seleksi dilakukan pada orang yang
memenuhi kriteria, yaitu :
- Orang tersebut memiliki perhatian yang cukup baik pada uji organoleptik
- Ketersediaan dan memiliki waktu yang cukup untuk berlatih tentang pengujian   organoleptik.
- Memiliki pengetahuan, keterampilan dasar yang cukup dalam hal prinsip analisis, sistem dan prosedur , kriteria spesifik bahan/produk, persiapan, faktor fisio-psikologis kepekaan indrawi, komponen bahan dan pengaruhnya pada atribut organoleptik bahan, hasil analisis faktornya, serta dokumen dan pelaporan atas pelaksanaan tugas
berikut merupakan salah satu contoh dari form uji Kesukaan terhadap suatu produk makanan Manisan :






















     Sekian dulu aj y artikelnya,nanti klo ad waktu mau saya lanjutin lagi dengan materi pengembangan yang lain,hehehehe kritik dan saran sangat ditunggu, cos di dunia ini tidak ada yang sempurna termasuk saya sendiri,..akhir kata wassalam,..

Peran Mikro Mineral (Fe) bagi Performa Atlet


  1. PENDAHULUAN
    Besi merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 gram di dalam tubuh manusia. Besi mempunyai beberapa fungsi esensial dalam tubuh yaitu sebagai alat angkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh, sebagai alat angkut electron di dalam sel, dan sebagai bahan terpadu berbagai reaksi enzim di dalam jaringan tubuh.
    Anemia gizi disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan hemoglobin baik karena kekurangan konsumsi atau karena gangguan absorpsi. Zat gizi yang bersangkutan adalah zat besi, protein, piridoksin (vitamin B6) yang berperan sebagai katalisator dalam sintesis hem di dalam molekul hemoglobin, vitamin C yang mempengaruhi absorpsi dan pelepasan besi dari transferin ke dalam jaringan tubuh dan vitamin E yang mempengaruhi sintesis membrane sel darah merah. Anemia gizi merupakan salah satu masalah gizi di Indonesia. Sebagian besar anemia gizi ini adalah anemia gizi besi. Penyebab anemia gizi besi terutama karena makanan yang dimakan kurang mengandung besi terutama dalam bentuk besi hem. Anemi gizi besi terutama menyerang gologan rentan seperti anak-anak, remaja, ibu hamil, dan ibu menyusui. Tak luput pula, anemia gizi besi ini terjadi pada atlet karena dikaitkan dengan aktivitas, hemoglobin dan menstruasi bagi atlet wanita.
    Anemia kekurangan zat besi dikarakteristikkan dengan kekurangan kapasaitas pembawa oksigen. Sebuah kondisi yang menyebabkan gangguan ketahanan atlet. Kekurangan zat besi biasanya dihubungkan dengan kekurangan fungsi imun, daya tahan dan penurunan kemampuan belajar.
     
  2. TUJUAN PENGATURAN GIZI
    1. Penyediaan makanan yang memenuhi kebutuhan energi dan zat-zat gizi makro maupun mikro pada saat menstruasi sesuai dengan ukuran tubuh, aktivitas, program latihan dari tiap jenis olahraga.
    2. Menanggulangi kasus-kasus khusus yang ditemukan berkaitan dengan menstruasi selama masa pembinaan dan berkaitan dengan gizi.
    3. Memberi konsultasi dan pendidikan gizi baik secara formal ataupun informal terhadap atlet atau official maupun pengelola makanan atlet.
    4. Monitoring dan evaluasi terhadap status atlet, maupun pelaksanaan penyelenggaraan makanan atlet.
  3. STATUS ZAT BESI DAN PENAMPILAN ATLET
    Atlet mendapat perhatian khusus mengenai status zat besi karena sebagai pembawa oksigen dan fungsi enzim oksidatif yang merupakan faktor kritis dalam ketahanan fisik. Kekurangan zat besi merupakan salah satu kekurangan zat gizi yang umum terjadi dan dapat pula terjadi pada atlet. Penyebab kekurangan zat besi pada atlet antara lain:
    1. Intake makanan
    Intake makanan atlet, terutama atlet olahraga ketahanan, lebih difokuskan pada karbohidrat dan mengurangi daging-dagingan. Pola makan ini dihubungkan dengan penyediaan energi yang optimal namun sedikit intake zat besi. Daging-dagingan menyediakan zat besi yang tinggi daripada bahan makanan lain. Pada atlet vegetarian pun dapat terjadi kekurangan zat besi karena dikaitkan dengan penghindaran bahan makanan sumber hewani yang merupakan tinggi zat besi sehingga akan beresiko kekurangan zat besi pula. Jadi, intake zat besi yang rendah pada atlet tersebut dikaitkan dengan konsumsi bahan makanan yang kandungan zat besinya kurang.  


        2.  Rendahnya penyerapan zat besi

    Diperkirakan hanya 5-15% besi makanan diabsorpsi oleh orang dewasa yang berada dalam status besi baik. Dalam keadaan defisiensi besi absorpsi dapat mencapai 50%. Banyak faktor yang mempengaruhi absorpsi besi antara lain:
    Bentuk besi dalam makanan berpengaruh terhadap penyerapannya. Besi hem yang merupakan bagian dari mioglobin dan hemoglobin yang terdapat di dalam daging hewan dapat diserap dua kali lipat daripada besinon-hem. Kurang lebih 40% dari besi di dalam daging ayam, dan ikan terdapat sebagai besi hem dan selebihnya sebagai besi non-hem. Besi non-hem juga terdapat di dalam telur, serealia, kacang-kacangan , sayuran hijau dan beberapa jenis buah-buahan. Makan besi hem dan non hem secara bersamaan dapat meningkatkan penyerapan besi non hem. Daging, ayam dan ikan mengandung suatu faktor yang membantu penyerapan besi. Faktor ini terdiri atas asam amino yang mengikat besi dan membantu penyerapannya.
  • Asam organik seperti vitamin C sangat membantu penyerapan besi non hem dengan merubah betuk feri menjadi fero. Bentuk fero lebih mudah diserap. Vitamin C di samping membentuk besi-askorbat yang tetap larut dalam pH lebih tinggi dalam duodenum. Oleh karena itu, sangat dianjurkan mengonsumsi makanan sumber vitamin C setiap kali makan. Asam organik lainnya yaitu asam sitrat.
  • Asam fitat dan faktor lain dalam serat serealia dan asam oksalat di dalam sayuran menghambat penyerapan besi. Faktor-faktor ini mengikat besi sehingga mempersulit penyerapannya. Protein kedelai menurunkan absorpsi besi yag mungkin disebabkan oleh nilai fitatnya yang tinggi. Karena kedelai dan hasil olahannya mempunyai kandungan besi yang tinggi, pengaruh akhir terhadap absorpsi besi biasanya positif. Vitamin C dalam jumlah cukup besar dapat melawan sebagian pengaruh faktor-faktor yang menghambat penyerapan besi ini.
  • Tanin yag merupakan polifenol dan terdapat di dalam teh, kopi dan bebarapa jenis sayuran dan buah juga menghambat absorpsi besi dengan cara mengikatnya. Bila besi tubuh tidak terlalu tinggi, sebaiknya tidak minum teh atau kopi waktu makan. Kalsium dosis tnggi berupa suplemen menghambat absorpsi besi namun mekanismenya belum diketahui secara pasti. Bayi dapat lebih banyak menyerap besi yang berasal dari ASI daripada susu sapi.
  • Tingkat keasaman lambung meningkatkan daya larut besi. Kekurangan asam klorida di dalam lambung atau pnggunaan obat-obatan yang bersifat basa seperti antasid menghalangi absorpsi besi.
  • Faktor intrinsik di dalam lambung membantu penyerapan besi, diduga karena hem mempunyai struktur yang sama dengan vitamin B12.
  • Kebutuhan tubuh akan besi berpengaruh besar terhadap absorpsi besi. Bila tubuh kekurangan besi atau kebutuhan meningkat pada masa pertumbuhan, absortpsi besi non hem dapat meningkat sampai sepuluh kali sedangkan besi hem dua kali. 
      3.   Peningkatan Pemecahan Sel Darah Merah 
    Pada beberapa penelitian, terjadinya hemolisis intravascular lebih sering terjadi pada atlet daripada non atlet. Hemolisis terjadi ketika pemforsiran tenaga dan pemecahan sel darah merah sebelum waktunya atlet memiliki daya tahan hidup sel darah merah kurang kebih 80 hari sedangkan pada non atlet kurang lebih 120 hari. Pada atlet pelari yang menggunakan frekuensi kaki lebih sering kemungkinan meningkatkan resiko hemolisis, tetapi hemolisis pun juga terjadi pada atlet perenang.  
    4.   Kehilangan zat besi lewat keringat 
    Konsentrasi kehilangan zat besi lewat keringat termasuk kategori rendah (2mg/liter keringat), tetapi kehilangan keringat pada aktivitas olahraga yang lama dapat meningkatkan resiko kehilangan zat besi (>2 liter keringat / jam). Atlet yang melakukan latihan dalam waktu lama, dapat terjadi kehilangan zat besi lewat keringat ini, tetapi pada atlet lain hal ini bukanlah sesuatu yang berarti. Jadi kehilangan zat besi lewat keringat tergantung pada frekuensi dan lama latihan yang dapat mengakibatkan kekurangan zat besi bila dihubungkan dengan intake bahan makanan sumber zat besi yang rendah. 
    5.   Kehilangan Zat Besi Lewat Darah 
    Kehilangan darah lewat menstruasi atau gangguan system gastrointestinal dapat mengakibatkan beberapa zat besi juga hilang. Atlet yang mendonorkan darah juga akan kehilangan sejumlah zat besi secara signifikan. Penggunaan obat – obatan non steroid anti-inflanmasi seperti ibu profen dan aspirin yang dikonsumsi atlet secara terus menerus dapat mengakibatkan iritasi saluran cerna dan kehilangan darah.
    Untuk diketahui, haid secara kasar adalah pengeluaran darah dari uterus karena tidak terjadinya pembuahan. Haid bukanlah suatu penyakit.  Karena haid mengeluarkan darah dan tergantung dari jumlah darah yang keluar, ini akan menentukan apakah Anda menjadi lemas, berkunang-kunang, jantung berdebar, atau terganggu tidur. Dengan atau tanpa olahraga, haid tetap akan keluar. Menurut dr R. Soetomo Slamet Iman Santoso, ahli penyakit dalam, saat haid jumlah darah kita pasti akan berkurang. Larangan berolahraga saat haid sebenarnya tidak mutlak. Artinya, jika Anda suka olahraga jalan santai, dan tidak pernah pusing atau berkunang-kunang, saat haid pun Anda dapat melakukannya. Tetapi apabila olahraganya menguras tenaga, misalnya badminton atau tenis, ia akan punya banyak pengaruh. Selain darah yang keluar, keringat pun bercucuran, sehingga ada komponen cairan, Na, Cl, dan air ikut keluar. Ditambah lagi jika Anda berlarian ke sana-kemari, bisa timbul "kekejangan" pada kandungan Anda hingga ada kemungkinan haid Anda akan bertambah banyak dan Anda akan merasakan lemah.Jadi olahraga yang boleh Anda lakukan adalah olahraga ringan, misalnya jalan kaki atau olahraga yang tidak melibatkan orang lain. Menurut dr Soetomo, sebaiknya orang yang sedang haid tidak melakukan pekerjaan atau olahraga yang membebani kekuatan dirinya sendiri. 

    HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMENUHAN GIZI SELAMA MENSTRUASI
  1. Pencegahan PMS (sindrom pra-menstruasi) dapat dilakukan melalui diet yang tepat dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda.
  • Kurangi rokok atau berhenti merokok.
  • Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang).
  • Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacang-kacangan, dan biji-biji-bijian sebagai sumber protein.
  • Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.
  • Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng.
  • Meningkatkan konsumsi sayuran hijau.
  • Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran.
  • Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).
    Di samping diet, perhatikan pula hal-hal berikut ini untuk mencegah munculnya PMS:
  • Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.
  • Menghindari dan mengatasi stres.
  • Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS.
  • Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya.
  • Perhatikan pula apakah Anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya.

Kiat Menghadapi Ujian KTI

APA ITU KARYA TULIS ILMIAH??
Karya Tulis Ilmiah (KTI)  merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti yang bertujuan untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya tulis ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknya jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, maka nama karya tulis juga berbeda, sebagai contoh pada jenjang pendidikan D3 karya tulis biasa disebut dengan KTI, sedangkan pada tingkat D4/S1 karya tulis disebut sebagai Skripsi, dan pada tingkatan yang lebih tinggi lagi (S2),karya tulis biasa disebut dengan istilah Tesis. 

Bagaimanakah Kiat Menghadapi Ujian KTI???
 Jangan paksakan diri anda. Kalau memang anda belum benar-benar siap untuk diuji, janganlah memaksakan diri untuk segera mengikuti ujian pendadaran hanya karena ingin pulang kampung lebih cepat dibanding teman-teman lain atau karena sudah bosan dengan penelitian yang sedang digeluti. Kalau terlalu terburu-buru akibatnya bisa fatal.


Siapkan draft skripsi yang akan diuji nanti dengan sebaik-baiknya.Pastikan bahwa semua data yang tertera dalam tulisan anda memiliki sumbernya sehingga saat berargumentasi nanti anda punya sumber yang valid. Hal-hal yang diperlukan untuk dibawa serta saat ujian pendadaran seperti laptop yang berisi slide presentasi, hasil penelitian, alat peraga dll. harus sudah dipersiapkan dengan baik pada malam sebelumnya. Dan saat itu usahakan bahwa anda sudah berhasil menginternalisasi minimal 80% dari hasil penelitian anda.


Pada hari H, usahakan anda datang lebih awal ke lokasi ujian untuk memastikan segala sesuatu dalam keaadaan beres mulai dari slide presentasi, alat peraga, laptop, viewer, ruangan, konsumsi buat bapak ibu penguji dan pembimbing (yang paling penting biar lulus,hehehehe). Kalau sudah demikian anda akan merasa lebih tenang dan bisa langsung lebih memusatkan perhatian pada penelitian dan skripsi anda.


Ingatlah bahwa saat itu andalah orang yang paling ahli di bidang penelitian yang akan diuji tersebut. Jangan gentar akan tingkat keahlian dan titel pendidikan yang dimiliki oleh para penguji anda. Meskipun mereka adalah orang-orang yang anda kenal baik karena sehari-hari mengajar anda di kelas dan anda tahu bahwa mereka adalah orang yang benar-benar expert di bidangnya tapi ingatlah untuk kira-kira 2 jam hari itu (waktu normal ujian pendadaran) andalah orang yang paling expert di bidang penelitian anda. Toh, kalau anda menambahkan maupun mengurangi bagian- bagian dari skripsi atau penelitian anda itu tidak akan diketahui oleh para penguji anda. Ini bukan bermaksud membuat anda menjadi sombong, tapi sekedar menaikkan rasa percaya diri anda he..he.. dan lagi pula anda adalah seorang murid dan seorang murid tidaklah melebihi gurunya.


Ingatlah saat itu para promotor anda yakni dosen pembimbing I dan pembimbing II anda juga ikut merasakan apa yang sedang anda rasakan saat itu yakni mereka juga akan merasa tegang dan was-was kalau-kalau anda gagal melewati ujian pendadaran tersebut. Kalau seandainya anda gagal dan disuruh mengulang atau lebih buruknya disuruh mengganti total penelitian anda dengan penelitian yang baru, lagi-lagi bukan hanya anda saja yang malu dan repot tetapi dosen pembimbing anda juga akan terkena dampaknya. Ini hanya sekedar hiburan kecil yang menguatkan anda bahwa saat itu anda tidak sendirian he…he…


Janganlah terlalu membuku saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para penguji. Maksudnya kalau anda terlalu membuku dalam menjawab pertanyaan akan membuat jawaban anda tidak akan berkembang meskipun sudah berulang kali diberikan pertanyaan-pertanyaan pancingan atau clue oleh para penguji dengan harapan akan bisa menuntun anda ke jawaban yang paling tepat tetapi kalau anda terlalu membuku hal itu akan semakin mempersulit anda.

Pada malam sebelum ujian pendadaran, usahakan istirahat yang cukup dan pada pagi hari atau siang hari sebelum ujian pendadaran pastikan bahwa anda punya tenaga yang cukup buat ujian pendadaran dengan makan secukupnya soalnya seturut pengalaman saya, selama ujian pendadaran, saya terus berdiri dan baru merasa capek saat menjelang akhir ujian. Jadi, saat ujian pendadaran bukan kekuatan otak saja yang diuji tetapi kekuatan otot juga.

Jangan lupa berdoa pada Tuhan sesuai dengan keyakinan anda. Ingat anda sudah melakukan hal-hal yang menjadi bagian anda, dan biarkan Tuhan yang melakukan bagianNya.

Nah,ini dia persiapan yang harus anda pegang dalam menghadapi ujian KTI
Persiapan Fisikal
Jaga kesehatan diri, jangan terlalu begadang, cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi.

Persiapan Mental
Tumbuhkan sikap berani menghadapi tantangan, kendalikan rasa grogi dan gugup.

Persiapan Material
Siapkan bahan materi presentasi dengan baik sesuai aturan, juga alat tulis dengan lengkap

Persiapan Sosial
Jalin hubungan baik dalam menanggapi pertanyaan dosen, mahasiswa dan pihak pengelola

Persiapan Finansial
Dana khusus diperlukan untuk urusan selama penelitian dan saat menempuh ujian akhir.

Semoga tips ini bisa membantu para pembaca yang akan melakukan ujian pendaran atau sidang pada berbagai level pendidikan, khususnya mahasiswa Gizi Malang,hehehehe.